Rasanya gimana sih kalau terjebak
di ‘dunia’ yang ternyata nggak kamu suka, sementara kamu udah terikat di dunia
itu, dan bagaimanapun cara kamu keluar dari dunia itu, kamu nggak akan bisa,
kamu bakal tetap kekal di dalam dunia itu, kekal.
Mungkin itu bisa disebut sebagai
‘dampak’ dari kesalahan kamu saat memilih dunia yang kamu mau. Kamu nggak
benar-benar tau apa yang kamu inginkan, apa yang kamu sebenarnya mau. Kamu
hanya terus menjalankan apa yang sudah digariskan, tanpa mempedulikan apa minat
kamu dan apa yang kamu mau.
Ditengah-tengah dunia yang nggak
kamu suka, sementara kamu mau nggak mau harus ada didunia itu, nggak bakal ada
semangat maupun optimisme yang keluar dari dalam diri kamu. Walaupun kamu
bersemangat saat menjalankan dunia itu, dalam hati kecil kamu, kamu terus
berteriak “bagaimana caranya agar aku dapat keluar dari dunia ini?” ya, hanya
berteriak didalam hati, nggak ada yang bisa kamu lakukan selain itu, atau
mungkin, setelah mengerjakan ataupun sebelum mengerjakan dunia itu, kamu hanya
akan terus menangis dan menyesali tindakan kamu, menyesali pilihan kamu,
menyesali atas pikiran kamu yang sangat pendek dalam memilih, menyesali
tindakan kamu yang membuat kamu terus terjepit di suasana yang nggak kamu
inginkan, sangat nggak kamu inginkan, dan sangat tertekan.
Setelah ini semua terjadi,
setelah kamu sudah terlanjur masuk kedunia ini, setelah kamu menyadari bahwa
kamu tidak bisa keluar dari dunia ini, dan setelah kamu menyadari bahwa kamu
harus tetap ada didunia ini walaupun sangat-sangat terpaksa, apa yang bisa kamu
lakukan? Apa kamu akan terus menjalani dunia yang nggak kamu suka ini dengan
garis yang sudah ada, atau apa? Nggak ada pilihan lain selain itu. Yang bisa
kamu lakukan hanya satu, menjalani dunia ini, sembari mengais-ngais rasa suka,
rasa senang, sisi positif ataupun yang lainnya, agar kamu tetap betah di dunia
yang sebenarnya nggak kamu suka, sangat nggak kamu suka sama sekali. Hanya
waktu yang bisa memberikan rasa minat ataupun suka, kepada dunia yang sangat
kamu sesali ini. Hanya satu kata yang selalu terlintas didalam pikiran kamu
saat menjalankan dunia ini, hanya satu kata yang selalu ada di hati kamu saat
kamu terjebak di dunia ini, nyesel.
Yang kamu lakukan saat kamu
memikirkan dunia itu, apa? Selain menyesal sambil menghapus air mata kamu. Kamu
bisa apa? Kamu mau keluar dari dunia ini? Sangat nggak bisa, ini dunia kamu,
kamu nggak bisa sama sekali keluar dari dunia ini. Yang kamu lakukan saat ada
teman kamu menyinggung soal dunia ini? Mungkin, kamu hanya menangis di pundak
dia, sambil meminta semangat maupun wejangan, yang padahal nggak mempengaruhi
sama sekali, sekalipun dia sahabat kamu, pacar kamu, atau bahkan ibu kamu.
“aku mau cari moodboster”,
gampang. Tapi apa bisa moodboster kamu itu, bisa membuat kamu keluar dari dunia
itu? Nggak ada yang bisa kamu lakukan untuk keluar dari dunia itu. Kamu hanya
bisa menunggu, agar kamu suka, atau minat, atau bahkan kamu cuma bisa menunggu
sampai air mata untuk menangisi, kata-kata kotor yang keluar saat kamu
memikirkan dunia itu, hilang, atau lebih tepatnya, tidak dapat keluar lagi.
Atau bahkan, menunggu sampai kamu hilang, benar-benar tidak ada di dunia ini,
bukan hanya di dunia itu, tapi kamu benar-benar tidak ada, mati.
Sekarang, ditengah-tengah atau
bahkan di awal kamu ada di dunia itu, kamu hanya bisa terus menangis, menyesal,
dan putus asa. Bahkan, hanya karena dunia itu, kamu bisa benar-benar gila dan
lupa, lupa akan semuanya, termasuk kehidupanmu, atau kematianmu.
Sedih banget nggak sih kalo lo terjebak di dunia yang nggak lo suka?
No comments:
Post a Comment